Aku ingin kembali pulang dan berada di dekatmu
Aku rindu
Pada cerita yang kita haburkan
hingga waktu tiba-tiba sudah menjadi pagi
Jelang petang seperti biasa
Suara penyiar radio kesukaanmu selalu kudengarkan
Sesekali juga suaramu
Bersahutan dengan bunyi klakson kendaraan yang tak lelah menyalak
Kesabaran sudah di batas tenggorokan
Aku ingin segera pulang dan menemuimu
Berbincang tentang banyak hal
Tentang lagu-lagu terbaru yang masih asing di telinga
Buku-buku bagus yang luput dari perbincangan
Pameran-pameran seni yang hanya didatangi oleh orang-orang yang sama
Aku hanya ingin pulang lalu memelukmu
Jika ingin menjadi penulis. Menulislah, sebab tidak ada yang akan bisa menjadi penulis tanpa pernah menulis apa pun.
Tampilkan postingan dengan label #puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #puisi. Tampilkan semua postingan
Rabu, 15 Februari 2017
Selasa, 24 Januari 2017
Kamis, 22 Desember 2016
Aku Kangen
Sebelum sapa diterjemahkan sebagai perpisahan
Sebelum senyum kau baca sebagai dusta terpendam
Sebelum...
Sebelum...
Sebelum udara mengabarkan duka
Sebelum jejak langkahmu hilang dihempas gerimis
Sebelum kata menjadi tiada
Sebelum wangi tubuhmu kulupa
Sebelum suaramu asing di telinga
Sebelum tatap tak lagi bersua
Sebelum...
Sebelum...
Sebelum tangis ini pecah, aku ingin berkata;
aku, kangen.
Sebelum senyum kau baca sebagai dusta terpendam
Sebelum...
Sebelum...
Sebelum udara mengabarkan duka
Sebelum jejak langkahmu hilang dihempas gerimis
Sebelum kata menjadi tiada
Sebelum wangi tubuhmu kulupa
Sebelum suaramu asing di telinga
Sebelum tatap tak lagi bersua
Sebelum...
Sebelum...
Sebelum tangis ini pecah, aku ingin berkata;
aku, kangen.
Senin, 19 Desember 2016
Suatu Pagi Ketika Aku Bangun Pagi
Aku tersesat di kota yang tak lagi kukenali
Kota yang mendadak jadi hutan yang rimbun oleh dusta
Orang-orang berjalan mengekori waktu
Kata, menjadi benda yang tak berharga
Bising
Aku memikirkanmu di antara banyak suara
Orang-orang sibuk mencari muka yang entah ditinggal di mana
Orang-orang mengatakan tidak pada korupsi namun tangannya sibuk menghitung uang pungli
Setiap hari aku bertemu begitu banyak orang yang memakai topeng bahagia
Senyum yang dipaksakan
dan
Aku lelah
Aku ingin mendengar suara nyanyianmu yang tak merdu
Setidaknya itu lebih baik daripada yang diucapkan oleh orang-orang itu
Mulut-mulut yang fasih melafalkan ayat suci itu pun fasih menguntai cacian
Aku pikir kota ini perlu mengenalmu
Agar mereka tau
Bahwa orang-orang di kota ini lupa
Bagaimana cara saling mencintai
Kota yang mendadak jadi hutan yang rimbun oleh dusta
Orang-orang berjalan mengekori waktu
Kata, menjadi benda yang tak berharga
Bising
Aku memikirkanmu di antara banyak suara
Orang-orang sibuk mencari muka yang entah ditinggal di mana
Orang-orang mengatakan tidak pada korupsi namun tangannya sibuk menghitung uang pungli
Setiap hari aku bertemu begitu banyak orang yang memakai topeng bahagia
Senyum yang dipaksakan
dan
Aku lelah
Aku ingin mendengar suara nyanyianmu yang tak merdu
Setidaknya itu lebih baik daripada yang diucapkan oleh orang-orang itu
Mulut-mulut yang fasih melafalkan ayat suci itu pun fasih menguntai cacian
Aku pikir kota ini perlu mengenalmu
Agar mereka tau
Bahwa orang-orang di kota ini lupa
Bagaimana cara saling mencintai
Senin, 19 September 2016
Di Hadapan Waktu
Aku berdoa agar dapat memunggungi waktu
dan berjalan ke arahmu
Menghentikan langkah diriku yang dulu agar tak bersilangan dengan jalanmu
Sebelum kesalahan ditanam
Sebelum bibit duka tumbuh menjadi tunas
dan mekar dalam hati kita
Sebelum masa lalu menjadi masa depan yang terlalu enggan untuk ditemui
Sebelum kenangan menjadi menjadi mimpi buruk saat tidur siang
Sebelum hujan turun dan kau mendekap erat lenganku
Sebelum petir bergemuruh dan kau menutup telinga lalu memelukku
Sebelum janji-janji diucapkan dengan sorot mata penuh kesungguhan
Sebelum bel pulang sekolah menjadi waktu yang paling kita tunggu untuk bertemu
Sebelum jam istirahat tiba dan aku dapat mencuri lihat dirimu dari balik jendela
Sebelum pengumuman kelulusan tes masuk sekolah dan aku berkenalan denganmu
Sebelum...
Sebelum...
Sebelum semuanya menjadi sisa-sisa yang sia-sia di hadapan waktu.
dan berjalan ke arahmu
Menghentikan langkah diriku yang dulu agar tak bersilangan dengan jalanmu
Sebelum kesalahan ditanam
Sebelum bibit duka tumbuh menjadi tunas
dan mekar dalam hati kita
Sebelum masa lalu menjadi masa depan yang terlalu enggan untuk ditemui
Sebelum kenangan menjadi menjadi mimpi buruk saat tidur siang
Sebelum hujan turun dan kau mendekap erat lenganku
Sebelum petir bergemuruh dan kau menutup telinga lalu memelukku
Sebelum janji-janji diucapkan dengan sorot mata penuh kesungguhan
Sebelum bel pulang sekolah menjadi waktu yang paling kita tunggu untuk bertemu
Sebelum jam istirahat tiba dan aku dapat mencuri lihat dirimu dari balik jendela
Sebelum pengumuman kelulusan tes masuk sekolah dan aku berkenalan denganmu
Sebelum...
Sebelum...
Sebelum semuanya menjadi sisa-sisa yang sia-sia di hadapan waktu.
Minggu, 24 Juli 2016
Jumat, 15 Juli 2016
Menonton Televisi
Selalu kuingat sorot matamu yang ceria kala menatap layar kacaMemandangku yang seorang diri di sana
Bibirmu merekah serupa bunga yang selalu ingin kujamah
Aku hanyalah wajah yang kelak akan kau lupakan
Sosok yang hanya kau temui di akhir pekan; tanpa percakapan
Hanya perkataan-perkataan aku seorang
Yang mungkin akan terlupakan kala televisi dimatikan
Kau adalah masa depan
Sementara aku adalah kepingan ingatan yang ditinggalkan oleh waktu
"Tidakkah kau rindu padaku?" tanyamu
Adakah yang lebih dari rindu? Jika ada, itu jawabku
Jika kau rindu, mari bertemu.
Temui aku di hari Sabtu.
----------------------------------------------------------------------------------------
* Puisi ini tiba-tiba terlintas dan ditulis setelah selesai menonton film Sabtu Bersama Bapak.
Minggu, 10 Juli 2016
Membicarakan Cinta
Kamu sering bertanya "Cinta itu seperti apa?"
sementara matamu sibuk menatap gawai
Kamu sering pula bertanya "Apakah ada orang yang benar-benar mencintaiku?"
ketika jemarimu sibuk mengetik kata-kata pada akun sosial mediamu
Kamu tidak akan menemukan apa-apa
Coba singkirkan semua itu dan lihat (si)apa yang ada di depanmu
Mungkin cinta sedang menunggumu lupa pada gawaimu
sementara matamu sibuk menatap gawai
Kamu sering pula bertanya "Apakah ada orang yang benar-benar mencintaiku?"
ketika jemarimu sibuk mengetik kata-kata pada akun sosial mediamu
Kamu tidak akan menemukan apa-apa
Coba singkirkan semua itu dan lihat (si)apa yang ada di depanmu
Mungkin cinta sedang menunggumu lupa pada gawaimu
Selasa, 05 Juli 2016
Merayakan Hari Raya
Takbir yang berkumandang mengingatkanku pada ocehanmu tentang bangun sebelum matahari tinggi
Hari raya selalu menjadi hari yang bingar walau sunyi sedang menguasai kota ini
Orang-orang lalu lalang bersalaman
Pakaian dan senyum terbaik mereka kenakan
Di rumahku tersaji berbagai hidangan kesukaanmu
Opor, rendang dan berbagai kue serta manisan yang dulu sering kau buat
Semua, berbaris manis di meja ruang tamu
Ketika orang-orang datang dengan salam dan ucapan permintaan maaf, aku akan selalu teringat olehmu.
Semoga kamu tenang di sisiNya, aku mendoakanmu selalu.
Hari raya selalu menjadi hari yang bingar walau sunyi sedang menguasai kota ini
Orang-orang lalu lalang bersalaman
Pakaian dan senyum terbaik mereka kenakan
Di rumahku tersaji berbagai hidangan kesukaanmu
Opor, rendang dan berbagai kue serta manisan yang dulu sering kau buat
Semua, berbaris manis di meja ruang tamu
Ketika orang-orang datang dengan salam dan ucapan permintaan maaf, aku akan selalu teringat olehmu.
Semoga kamu tenang di sisiNya, aku mendoakanmu selalu.
Selasa, 14 Juni 2016
Tidak Ada Kita Saat Ini
Semua orang adalah dirimu
Setiap orang memiliki senyummu
Hanya aku yang tidak
Cuma aku yang tidak
Setiap orang memiliki senyummu
Hanya aku yang tidak
Aku hanya penonton
Dan kamu adalah tokoh yang ada di seluruh cerita
Lalu bagaimana bisa aku menyebut kata kita
Jika hanya aku yang tidak ada di dalam duniamu
Lalu bagaimana bisa aku menyebut kata kita
Jika hanya aku yang tidak ada di dalam duniamu
Rabu, 08 Juni 2016
Apa Kabar New York Hari Ini?
Petrikor yang kuhidu ketika gerimis tiba, selalu mengantarkan kesadaranku ke tanah yang jauh
Kepada seseorang yang terasing di dunia yang bingar namun dikuasai kesepian; kamu
Rindu serupa aroma lemon yang menguar dari tubuhmu
Yang selalu membawa ingatanku pada pertemuan yang telah lampu namun tetap segar dikenang walau sudah dimakan waktu
Apa kabar New York Hari Ini?
Lihatlah tanda tanya itu, jarak antara keinginan dan kebodohanku untuk menunggu atau melepaskanmu
----------------------------------------------------------------------------
* Anggap saja puisi ini menggunakan sudut pandang tokoh Cinta yang ditujukan kepada Rangga.
* Puisi ditulis untuk menuntaskan rasa penasaran dan terinspirasi setelah membaca buku puisi Tidak Ada New York Hari Ini. :)
Kepada seseorang yang terasing di dunia yang bingar namun dikuasai kesepian; kamu
Rindu serupa aroma lemon yang menguar dari tubuhmu
Yang selalu membawa ingatanku pada pertemuan yang telah lampu namun tetap segar dikenang walau sudah dimakan waktu
Apa kabar New York Hari Ini?
Lihatlah tanda tanya itu, jarak antara keinginan dan kebodohanku untuk menunggu atau melepaskanmu
----------------------------------------------------------------------------
* Anggap saja puisi ini menggunakan sudut pandang tokoh Cinta yang ditujukan kepada Rangga.
* Puisi ditulis untuk menuntaskan rasa penasaran dan terinspirasi setelah membaca buku puisi Tidak Ada New York Hari Ini. :)
Senin, 06 Juni 2016
Melihat Cermin
![]() |
| sumber: dari sini |
Sabtu, 21 Mei 2016
Kata, Kota dan Kita
Apa yang sedang kau tulis hari ini?
Pertanyaan itu selalu menyambangiku setiap senja dan kau duduk di sampingku sepulang bekerja.
Aku merajut kata yang menjalin diri jadi kota yang seandainya kita
Lalu datang seorang lelaki; yang bukan aku.
Kata, kota dan kita perlahan-lahan terhapus keberadaannya dari kau
Minggu, 01 Mei 2016
Surat Untukmu
Aku menyulam rahasia di lipatan kata pada surat yang kutitipkan pada tukang pos sore kemarin
Surat yang ditakdirkan untuk datang ke alamatmu yang jarang kedatangan tamu.
Bacalah pelan-pelan
dan kamu tidak akan menemukan apa-apa;
selain namamu di sana.
Surat yang ditakdirkan untuk datang ke alamatmu yang jarang kedatangan tamu.
Bacalah pelan-pelan
dan kamu tidak akan menemukan apa-apa;
selain namamu di sana.
Rabu, 13 April 2016
Mendengar Radio
Hari ini aku melihat cinta sedang membakar dirinya sendiri
Menjadi abu yang kelabu
Serupa langit yang muram yang siap menghujamkan badai; di hati
Dan kesedihan akan mengekal dalam ingatan
Esok lusa, kesedihan ialah masa lalu yang mengulang di masa depan
Kau akan menjadi nada sumbang yang dinyanyikan di radio kesayangan
Suara-suara pilu yang minta untuk didengarkan berulang-ulang
Dan aku, dengan tabah mendengarkannya hingga tak ada lagi suara yang bisa kudengar; selain tangismu.
Menjadi abu yang kelabu
Serupa langit yang muram yang siap menghujamkan badai; di hati
Dan kesedihan akan mengekal dalam ingatan
Esok lusa, kesedihan ialah masa lalu yang mengulang di masa depan
Kau akan menjadi nada sumbang yang dinyanyikan di radio kesayangan
Suara-suara pilu yang minta untuk didengarkan berulang-ulang
Dan aku, dengan tabah mendengarkannya hingga tak ada lagi suara yang bisa kudengar; selain tangismu.
Jumat, 18 September 2015
Jika Suatu Hari Nanti
Jika suatu nanti kita berpisah
Maka beritahu aku
Hari di mana kamu merasa bahagia.
Jika lengan kita tak lagi saling memeluk
Beri tahu aku suatu hari nanti
Sanggupkah dia membahagiakanmu
Jika kau sudah tak lagi bersamaku
Mari kita berjumpa kembali
Dan melihat, siapa yang lebih tabah menanggung duka.
Kamis, 25 Desember 2014
Bagaimana Jika Aku Tak Lagi Dapat Menjumpaimu Esok Hari
Kekasih, aku bahkan tak paham, esok, masihkah ada yang dapat kupijak.
Hari ini aku selalu risau;
Hari ini aku selalu risau;
mampukah aku tetap berdiri tegak.
Esok bagiku, ialah bagimana hari ini.
Begitulah kehidupan.
Selalu ada kejutan.
Selalu ada kejutan.
Celakanya, aku selalu berkawan dengan kesialan.
Kaki-kaki yang getar.
Bibir terkatup
Bibir terkatup
Lidah yang tak lagi fasih menyemangati hati.
Dan rasa percaya diri yang mulai kehabisan nafas.
Dan rasa percaya diri yang mulai kehabisan nafas.
Kekasih, yakinkan kepada dirimu.
Jika esok itu tak kunjung juga datang kepadaku, teruslah kau berjalan.
Temui esokmu sendiri;
yang bukan denganku.
Jika esok itu tak kunjung juga datang kepadaku, teruslah kau berjalan.
Temui esokmu sendiri;
yang bukan denganku.
Langganan:
Postingan (Atom)
